Selasa, Februari 12, 2008

Ramai-Ramai Membuat Rangkaian Centrepiece di Pertemuan Anggota Bulan Februari

Ibu Mira M.A. Soerjanatamihardja dan Ibu Tjandra Jihno telah membagi teori dan berdemonstrasi membuat rangkaian bunga centrepiece yang berfungsi sebagai pemanis meja makan sekaligus juga menghidupkan suasana ruangan di pertemuan anggota bulan lalu. Tentu teori dan demo saja terasa kurang lengkap apabila belum dipraktikkan. Nah, pada pertemuan anggota bulan Februari kali ini para anggota DWP KJRI Hong Kong melakukan praktik bersama membuat rangkaian centrepiece tersebut.





Dengan berbekal lima sampai tujuh tangkai bunga yang dibawa sendiri dari rumah, masing-masing anggota dengan sangat antusias membuat sendiri rangkaian bunga mereka. Duo pakar perangkai bunga KJRI Hong Kong kita pun dengan sabar membimbing dan membangkitkan rasa percaya diri para anggota untuk membuat kreasi masing-masing. Hasilnya, muncullah sederetan rangkaian centrepiece cantik menyemarakkan Ruang Ramayana Gedung KJRI Hong Kong hari itu.

Praktik bersama ini mendapatkan sambutan positif dari para anggota. “Sebagai wanita yang sehari-hari kurang dekat dengan bunga, saya merasa senang dan terbantu dengan adanya praktik bersama hari ini,” ungkap Ibu Nunuk Bramono, anggota DWP KJRI Hong Kong dari BNI, sambil tersenyum hangat saat dimintai kesan dan pendapatnya usai praktik bersama. Para anggota lainnya menyambut dengan tepuk tangan setuju.

Acara ramai-ramai merangkai bunga ini pun ditutup dengan berfoto bersama di depan kreasi para anggota. Sampai bertemu di pertemuan anggota mendatang!

Perkenalan Anggota Baru


Pada Pertemuan Anggota bulan Februari ini DWP KJRI Hong Kong mendapatkan tiga orang anggota baru yaitu Ibu Nana Susana Karyat, Ibu Tasya Zaidi, dan Ibu Dian Clayton.

Segenap pengurus dan anggota mengucapkan selamat bergabung dengan DWP KJRI Hong Kong.

Berburu Perangkat Masak dan Makan di Shanghai Street

Perlu membeli perlengkapan dapur dan pecah belah dalam jumlah banyak tapi tak ingin keluar uang terlalu banyak? Coba saja jalan-jalan ke Shanghai Street, Kowloon. Jalan ini merupakan salah satu kawasan tertua di wilayah Hong Kong SAR.

Di sini Anda bisa temukan berbagai jenis peranti masak dan makan dengan harga yang cukup masuk akal. Mulai dari rice cooker ukuran kecil sampai ukuran industri, cetakan kue, gelas beling biasa sampai gelas wine kristal, sendok stainless steel sampai silverware, mixer, pisau, semuanya ada. Anda tidak perlu segan-segan masuk keluar toko. Para penjaga toko yang biasanya juga masih kerabat dari pemilik toko akan menanyakan keperluan Anda dan mencarikannya untuk Anda. Mereka biasanya amat membantu dan tidak akan memaksa Anda untuk membeli. Jangan tertipu juga dengan label harga yang tercantum di setiap barang karena di sini juga merupakan tempat yang tepat untuk berlatih tawar-menawar. Hampir semua barang yang ada tidak dijual dengan harga pas.


Untuk pergi ke sana, Anda bisa naik MTR dan turun di Stasiun Yau Ma Tei Exit B (Portland Street), setelah itu keluarlah di Exit B2. Anda akan muncul di Waterloo Road, seberangi jalan, dan sampailah Anda di Shanghai Street. Selamat berbelanja!

Foto diambil dari:

Senin, Februari 11, 2008

Risoles isi sayur dan daging

Risoles bukanlah sesuatu yang asing lagi bagi orang Indonesia. Mulai dari arisan, pesta, rehat rapat, kudapan ini sering muncul dan dihidangkan dengan cabai rawit atau sambal cocol. Tertarik untuk membuatnya sendiri? Silakan coba resep berikut.

Bahan adonan kulit:
100 gram tepung terigu, ayak
¼ sendok teh garam
1 butir telur ayam, kocok lepas
300 ml susu cair
2 sendok makan minyak sayur

Bahan adonan salut:
1 butir telur ayam
1 sendok makan susu cair
100 gram tepung panir
Minyak untuk menggoreng

Bahan adonan isi:
1 sendok makan margarin
2 siung bawang putih, cincang
5 butir bawang merah, cincang
200 gram daging sapi cincang tanpa lemak
75 gram wortel, potong dadu ½ cm
1 sendok makan daun bawang, iris halus
1½ sendok makan tepung terigu, larutkan dengan 100 ml air
½ sendok teh garam
½ sendok teh merica bubuk
½ sendok teh gula pasir

Cara membuat:

Untuk adonan kulit:
Campur tepung terigu dan garam. Buat lubang di tengahnya. Masukkan telur ke dalam lubang tersebut. Aduk ke arah tengah sambil tuangi susu cair hingga menjadi adonan yang licin.
Panaskan wajan dadar berdiameter 15 cm, olesi minyak sayur. Tuang adonan sesendok sayur sambil putar wajan hingga adonan merata ke permukaan wajan.
Masak hingga matang. Angkat. Kerjakan hal yang sama pada sisa adonan.

Untuk adonan isi:
Panaskan margarin hingga leleh. Tumis bawang putih dan bawang merah. Aduk hingga layu dan harum.
Masukkan daging cincang dan wortel. Aduk hingga daging berubah warna dan wortel layu. Tuangi larutan terigu, tambahkan garam, merica, dan gula. Didihkan dan masak hingga adonan kental dan matang. Angkat. Sisihkan.

Penyelesaian:
Isi setiap lembar adonan kulit dengan satu sendok makan penuh adonan isi. Lipat bentuk amplop sambil digulung agak pipih hingga bentuknya rapi.
Siapkan adonan salut: kocok telur bersama susu hingga rata.
Celupkan setiap risoles ke dalam telur kocok hingga rata. Setelah itu gulingkan ke dalam tepung panir hingga rata. Kerjakan proses yang sama sekali lagi.
Goreng risoles dalam minyak panas di atas api sedang hingga matang dan berwarna kuning kecokelatan. Angkat dan tiriskan.

Untuk 16 buah.

Tips:
Simpan dulu risoles yang sudah dipanir dalam kulkas selama 20 menit sebelum digoreng. Pastikan panas minyak dalam penggorengan sudah tepat, agar risoles tidak menyerap terlalu banyak minyak. Saring minyak bila sudah kotor untuk mendapatkan hasil goreng yang cantik.

Buku bulan ini: Emily Post's Entertaining

Bagi mereka yang tidak biasa, menjamu tamu pasti bikin kepala pusing tujuh keliling. Bukan hanya urusan mengatur menu dan menata ruangan, mengatur sendok, garpu, gelas, dan piring pun sudah jadi masalah besar. Belum lagi memikirkan cara membawa diri agar para tamu merasa nyaman saat dijamu. Wah, belum apa-apa sudah stres duluan.

Kalau Anda seperti itu, Emily Post’s Entertaining ini bisa jadi buku pegangan. Buku ini adalah petunjuk praktis untuk menjamu tamu dengan mudah. Di dalamnya terdapat teori dasar dan tips-tips menjamu tamu dalam segala acara. Peggy Post, pakar etiket ternama di Amerika Serikat yang menjadi penulis buku ini, mampu menumbuhkan rasa percaya diri para pembaca agar bisa menjadi tuan rumah yang baik dan mengingatkan kita semua bahwa suksesnya sebuah acara perjamuan dicapai bila semua yang hadir merasa senang dan pulang dengan membawa kesan yang baik.

Mulai dari pesta ulangtahun anak, minum kopi bersama teman-teman dekat, menjamu atasan suami, sampai makan malam resmi, Emily Post’s Entertaining menunjukkan cara untuk menjadi tuan rumah yang sempurna. Dengan bantuan buku ini dan tentu saja dengan banyak berlatih, setiap acara perjamuan bukan sesuatu yang harus ditakuti lagi.

Minggu, Februari 10, 2008

Berita Duka

Telah meninggal dunia:

Bapak Ayub Sani Ibrahim
(ayah dari Ibu Ria Brunton)
pada hari Kamis, 31 Januari 2008

Bapak R. Soemarjo bin Kismodarsono
(ayah mertua dari Ibu Yus Yuliadi)
pada hari Minggu, 3 Februari 2008

Bapak N. Sapari
(ayah dari Ibu Erna Djoni Muhammad)
pada hari Minggu, 10 Februari 2008

Semoga amal ibadah beliau diterima oleh Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan. Amin.